epitome of life

April 1, 2011 § Leave a comment

Saudara,

sajak ini tentang pemandangan busuk dari sebuah lorong didalam kota,

urat-urat tona langit yang terbentang

kusam.

gugat gerutu basa basi sisa pelangi yang tak abis abis

 

 

hidup;

 

 

yang membuatkan kita kadang kala terpaksa menelan oblongan yang membuatkan kita berhasil

melewati hari hari esok dalam cara yang berbeda,

 

yang memaksa kita terus melangkah, menyeret dua kaki

dan sepundak beban ini,

 

namun tenangla ya, Saudara.

tolehla kebelakang sebentar dan lihat ; sudah sejauh ini sudah Saudara melangkah,

Saudara mulai denga sebuah mimpi, lalu perjalanan dari mimpi ke mimpi.

kau pasti lelah,

kau pasti letih, Saudara.

dunia di luar sana

memang sungguh jalang bukan alang kepalang.

banyak yang tega tak terduga-duga, bukan?

Saudara memang belum sampai… tapi lihatlah apa yang telah saudara tempuh; mimpi-mimpi yang mengadakan saudara, mimpi-mimpi yang mehantar saudara ke tangga ini…

 

 

Ayo, mari kita bunuh diri!!!

 

 

maka nya senyumlah, Saudara 🙂

Tuhan kan masih ada..masih sayang..

 

 

 

Hazel Natasha Zazali;

maret, 2010. kota kuala.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading epitome of life at euphoria dikala senja.

meta

%d bloggers like this: